BACA>>>> Blog Ini Saya Buat Dengan Gaya Bahasa Saya Sendiri, Jika Kurang mengerti Silahkan Commen, Bertanya Di Facebook atau melalui email di Ilove.merti@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label orang2 tercinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang2 tercinta. Tampilkan semua postingan

SUTA ARDITA



Nama lengkapku "Gede Suta Ardita" namun nama "gede"nya hilang akibat kesalahan dalam membuat akta kelahiran.
Di rumah aku akrab di panggil "Gede Ar". Sekarang umurku hampir 22 th.
Agamaku Hindu
Aku lahir 10 April 1990 di desa wapae jaya, kecamatan tikep, Pulau muna sulawesi tenggara.

Aku  pernah sekolah di: 
  • SD N 1 Tikep(muna)
  • SMP N 2 Tikep(muna)
  • SMA N 1 Gerokgak(buleleng-bali)
  • Pernah Merasakan Duduk di bangku kuliah UNDIKSHA singaraja dengan jurusan D3 teknik elektronika (tertunda)

Sekarang aku tinggal di Desa musi kecamatan gerokgak, buleleng-bali, namun aku mencoba mencari pengalaman di kota Singaraja.

Banyak hal yang bisa aku lakukan namun semuanya tidak menjadi keahlian.
Aku sangat gemar mempelajari ilmu komputer, Internet dan ilmu kehidupan.
Cita-citaku menjadi seorang usahawan yang sampai saat ini masih ku kejar bahkan selamanya akan ku kejar.

  • MANDIRI adalah moto hidupku. 
  • SUKSES adalah impianku. 
  • Biasa hidup sendiri adalah jalan hidupku.
  • Ditinggal Ibu adalah Deritaku
  • Tak akan pernah mempunyai sodara kandung adalah takdirku.
  • Anak Dan Istri Ayahku adalah keluarga tercintaku saat ini.
  • Ayahku adalah sumber inspirasi, GURU sekaligus sahabat terbaik seumur hidupku.
  • Panas dalam Adalah penyakit rutinku.
  • Tipes adalah penyakit terparah yang pernah ku alami.
  • Bermain Internet adalah hobiku.
  • Gex mertiani adalah pacar kesayanganku sejak 10 mei 2009.

Ku sadari Aku adalah Pria yang malas, bukan orang cerdas, bukan Pria tampan, keras kepala, Sulit bergaul dan bukan pula anak orang kaya,  Namun aku manusia yang berperasaan yang di penuhi dengan rasa iba.
Aku adalah aku, manusia penuh kekurangan yang selalu berusaha dengan modal kerja keras untuk mendapatkan secuil keberuntungan.

GEX MERTIANI

Pengalaman cinta sangat penting dalam menjalani hidup, beberapa kali aku menjalin hubungan dengan lawan jenisku, entah itu cinta monyet atau cinta yang nyata namun hasilnya masih sama, pengalaman itu ku rasa cukup untuk menentukan pilihanku sekarang, pada tanggal 10 Mei 2009 aku mulai berkanalan dan menjalin hubungan serius dengan seorang manita.


Inilah Pacar terakhirku, umurnya 4 tahun lebih muda dariku, merupakan pasangan yang cukup ideal jika dilihat dari usia. Dia gadis yang sangat mandiri, rajin, setia dan pekerja keras, namun dibalik smua itu, gadis asli singaraja ini memiliki sifat keras kepala, mudah tersinggung, pemalu, tak mau mengalah dan sangat manja.
Dilihat dari fotonya, ia tergolong wanita yang cantik dan cukup sempurna untuk usia yang baru menginjak remaja, namun pada saat aku mulai menjalin hubungan dengannya, ia tak secantik sekarang, saat itu ia sangat polos, belum bisa merawat dan menghiasi diri. Aku menjalin hubungan dengannya sejak ia duduk di bangku SMP, hingga sekarang hubungan kami masih lancar-lancar saja. masalah yang paling pahit kita alami adalah ketika orang tuanya menjadi panghalang hubungan kami, hubungan kami sempat terputus beberapa bulan karena hal ini. Meski terasa sangat sulit, namun bisa teratasi karena dia begitu kukuh mempertahankan hubungan ini, keras kepala yang ia miliki menyebapkan orang tuanya tak bisa bertindak banyak dalam memisahkan kami, hingga keras kepalanya itu membuahkan hasil yang positif bagi kami saat itu. 

Aku sangat menyayanginya begitu juga dia, begitu sangat menyayangiku,  senymnya yang manis, tingkah laku dan raut wajahnya yang sering kali menggemaskan membuat aku selalu merindukannya. aku sadari dia tak pernah mampu jika terlalu lama jauh dariku, ini tergambar dari kehawatiran dan kegelisahannya saat aku jauh darinya, hal ini yang membuat aku yakin dengan cintanya padaku.
Doaku Untuk hubungan ini " semoga hubungan kami bahagia & bertahan selamanya hingga tutup usia kami"





DWI ARNATA


Aku lahir ke dunia sebagai anak pertama namun aku memiliki seorang kaka angkat perempuan, kaka angkatku ini sebenarnya adalah saudara termuda dari ayahku, hanya saja dia sering sakit saat umurnya masih balita, sehingga ayahku memutuskan mengangkatnya sebagai seorang anak agar sakit yang ia derita tak menyerangnya lagi (ini merupakan filosofi agama dan adat yang kami anut) hingga sekarang kakak kandungnya itu(ayahku) ia anggap sebagai ayah angkatnya.

Ini adalah foto sodaraku yang paling ku sayangi, beda Ibu namun satu Ayah. usianya 3 tahun lebih muda dari usiaku, dia sodara tiriku, namun orang di sekeliling kami tak pernah memandang kami sebagai sodara tiri karena kekompakan kami, kerukunan kami menyebapkan kata tiri hanya status buat kami. dia memiliki kelainan sejak lahir namun bisa teratasi dengan melakukan oprasi, rajin dan ketekunannya dia warisi dari sifat ayahku. Saat aku menulis ini ia duduk di kelas 3 SMA, prestasinya lumayan dan yang jalas, dia lebih jarang mengecewakan keluarga dibandingkan aku. dia juga lebih mudah bergaul di bandingkan diriku, ia lebih akrab dengan sanak keluarga kami.

Sebenarnya aku memiliki 3 soudara tiri, dari ibuku terlahir dua orang anak(pria dan wanita) yang pernah bertemu denganku hanya beberapa kali. mereka merupakan adik adikku, hanya saja aku tak begitu mengetahui 2 sodara dari ibu kandungkuku itu.



ORANG TUA TERCINTAKU

Tentu sangat bahagia rasanya memiliki Orang Tua yang lengkap, apalagi selalu rukun dan bisa berkumpul dengan mereka pada momen-momen tertentu. bersyukurlah bagi kita yang masi bisa bersama orang tua hingga saat ini, tak sedikit anak-anak yang kehilangan salah satu bahkan kedua orang tuanya.


Ayahku.....
Apa yang pantas kalian pikirkan jika membaca atau mendengar kata ayah??? 
yang aku pikirkan tentang ayahku adalah, beliau sosok pria yang paling hebat dalam hidupku, mampu menjadi guru, teman, kepala keluarga, suami, penasehat dan tentunya menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya..
tak heran aku selalu bangga dan rindu padanya.
Kegemarannya dalam membaca buku tentang Agama membuat beliau lebih tau dan paham tentangbaik buruk kehidupan kehidupan.
Anak pertama dari 6 bersodara ini sangat cakap dalam berbicara, tak heran bagiku jika sering melihat beliau menasehati sodara, keluarga bahkan orang tuanya sendiri. Banyak ilmu yang ia berikan padaku, dari ilmu agama hingga ilmu usaha yang ia dapat dari pengalamanya. Pengalamanya sangatlah banyak, sering berpindah-pindah tempat tinggal menyebapkan ia selalu mendapatkan pengalaman hidup yang berbeda-beda di setiap lingkungan tempat tinggalnya.
Aku ingin seperti dirinya, menjadi pria yang penuh tanggung jawab.
Pekerjaan yang di tekuninya saat ini adalah Tambak ikan.



Ibuku......
Aku memiliki 2 orang ibu, ibu kandung dan ibu tiri(komplit kan ibuku), Ibu kandungku sosok yang mungkin saja baik karena aku tak tau pasti sifat ibu kandungku, beliau meninggalkanku sejak umurku kurang dari 1 tahun(sungguh malang nasibku yang sangat memerlukan ASI saat itu), sejak itulah awal penderitaanku. Menurut cerita, ia memutuskan pergi karena tidak cocok dengan mertuanya, aku tak mengingat jelas sosok ibu kandungku ini, meskipun pernah bertemu beberapa kali pada saat aku masih tinggal di desa yang sama dengannya.
Ini Ibu tiriku, ia merupakan ibu sekaligus istri yang baik menurutku, selalu mengalah, nurut pada suami dan sayang pada anak-anaknya. selama aku berada di keluarga ini beliau tak pernak membeda-bedakan antara aku dan anak kandungnya(ia sosok wanita yang baik untuk anak tiri seperti aku), dan menurutku beliau lebih baik dari ibu kandungku.

Meskipun terkadang aku merindukan sosok ibu kandungku, namun aku selalu berfikir, apakah mungkin ibu kandungku bisa lebh baik dari ibuku yang sekarang ini????"
sejujurnya aku tak pernak menganggap ibu kandungku masih ada di dunia ini. Entah apa sebapnya, dia hadir sebagai ibu kandungku hanya sekedar status,  perasaanku menganggap dia orang asing yang hanya sekedar kenal denganku. tak bisa di ungkiri bahwa tak ada istilah "mantan Ibu kandung"  inilah yang terjadi....!!!!
Mungkin aku Durhaka, tapi kenyataan yang membuat aku tak pernah merasa memiliki dirinya, bahkan aku telah siap menanggung resiko kedurhakaanku ini di kehidupan mendatang.